Senin, 21 Januari 2008

QIPIT : UBAH DOKUMEN CETAK KE FORMAT DIGITAL

Butuh menyalin dokumen dengan cepat dan mudah ? coba saja masuk ke www.qipit.com dan manfaatkan aplikasi qipit bikinan Realeyes 3D. Ditawarkan secara gratis, Qipit memungkinkan pengguna mengubah dokumen fisik ke dalam format digital (PDF) yang mudah dibaca mengguankan kamera ponsel. Dokumen yang dipindai dengan Qipit kemudian bias diakses lewat internet via koneksi yang dijamin aman, sehingga Anda bias membaca, berbagi, atau mencetaknya di mana saja.

Bagaimana caranya? Mula-mula, ambil dulu dulu gambar dari dokumen print out atau tulisan tangan menggunakan kamera ponsel. Setelah itu masukan foto itu ke dalam pesan email, lalu kirim ke alamat email Qipit. Ada dua alamat yang tersedia, yakni copy@qipit.com untuk dokumen hitam putih dan color@qipit.com untuk dokumen berwarna. Jika Anda tak bias mengakses internet via ponsel untuk mengirimnya secara langsung, Anda bias mengupload foto tersebut dari computer kea kun Qipit Online. Setelah foto telah dikirim atau diupload, teknologi ekstrksi tinta milik Qipit yang telah dipatenkan akan secara otomatis mengubahnya menjadi salinan digital yang mudah dibaca dan memiliki kekontrasan tinggi sehinga dapat disimpan atau dibagikan secara online. Jika ini belum cukup, Qipit juga dapat mengirim salinan dokumen tersebut pada ponsel Anda, siapa tahu Anda membutuhkannya sesegera mungkin.

Tidak seperti hasil foto yang diambil, yang kelihatan gelap dengan tingkat kontras rendah, kualitas pindai Qipit akan tampil layaknya dokumen asli. Tertarik mencoba?



Sumber PC+

PEREMPUAN INDONESIA JANGAN TAKUT MAJU JANGAN TAKUT MAJU!!!!!!!!!!!!!!!

PEREMPUAN INDONESIA
JANGAN TAKUT MAJU

Saat ini, bidang tekhnologi memang masih dikenal sebagai lading kerjanya laki-laki. Meski begitu, tingkat pendidikan dan ketertarikan kaum perempuan terhadap bidang tekhnologi tidak menutup kemungkinan meningkatnya jumlah perempuan di bidang tersebut.

Berusaha menyemangati kaum perempuan untuk terus maju di bidang tekhnologi. Microsoft menggelar talkshow bertema “ Perempuan dan Tekhnologi “, 13 Desember lalu di Jakarta.

Hadir dalam acara tersebut beberapa panelis—semuanya perempuan—yang membagi pengalaman kerja mereka di bidang technologi. Mereka adalah Megawati Khie, Country Manager, Dell Indonesia; Prof. Rosari Saleh dari Universitas Indonesia; Sulikanti Agusni, Asisten Department Urusan Ekonomi Permepuan Kementrian Negara Pemeberdayaan Perempuan; dan Shinta Dhanuwardoyo, CEO Bubu Internet.com

“Bagaimana cara mengatasi stigma negative dari masyarakat tentang perempuan yang diaanggap terlalu menggunakan perasaan dan emosi ketimbang logikanya dalam bekerja?” pertanyaan ini dilontarkan oleh salah seorang mahasiswi yang hadir dalam acara tersebut. Jawaban yang menarik dilontarkan oleh Megawati Khie, Contry Manager, Dell Indonesia, yang hadir sebagai salah satu panelis. Mengambil pepatah “The worst enemy is ourself”, ia menyampaikan bahwa cara untuk menyingkirkan stigma negative tersebut haruslah dari diri sendiri.

Menurut Shinta Dhanuwardoyo, CEO Bubu Internet ( bubu.com ), menjawab pertanyaan tersebut, yang terpenting dalam menjalankan pekerjaan adalah adanya passion ( hasrat ) dari dalam diri kita sendiri. Sedang Sulikanti Agusni menghimbau perempuan untuk lebih aktif di bidang tekhnologi. “Pada dasarnya, perempuan sama dengan laki-laki, tinggal tergantung dari kemampuan dan kompetensinya pada bidang yang dikuasainya”, kata Sulikanti

Jadi, kaum perempuan Indonesia, apakah kalian punya passion terhadap tekhnologi? Sudahkah kalian menunjukkan kompetensi kalian di bidang ini?

Sumber PC+

Tips dan Trik Persentasi Multimedia Menggunakan Flash MX 2004

Tips dan Trik

Persentasi Multimedia Menggunakan Flash MX 2004



Efendy
efendyc@yahoo.com




Membuat Presentasi menarik dengan Adobe Flash









]









Membuat Presentasi Dengan Macromedia Flash

1.1Pengenalan Komponen Macromedia Flash

Gambar 1.1 Tampilan Panel Tools


Gambar 1.2 Menu Bars

Gambar 1.3 Tampilan Muka Macromedia Flash MX


Gambar 1.4 Tampilan Time Lines


Gambar 1.5 Tampilan Stage

Selection Tool (V)

Selection Tool digunakan untuk menyeleksi objek menyeleksi garis diluar objek.

Gambar 1.6 Bintik-bintik pada gambar merupakan objek yang diseleksi.

Subselection Tool (A)

Subselection tool digunakan bukan hanya untuk menyeleksi tetapi juga untuk mengubah bentuk objek yang diseleksi.

Gambar1.7 Node pada lingkaran dapat ditarik sehingga lingkaran akan berubah bentuk.

Line Tool (N)

Line tool digunakan untuk membuat garis dengan ketebalan tertentu. Bila ingin membuat garis lurus, tekan shift kemudian mouse digerakkan untuk membuat garis.


Gambar 1.8 Pilihan ketebalan dalam membuat garis.

Lasso Tool (L)

Lasso tool digunakan untuk menyeleksi objek dengan bebas. Kita dapat membentuk pola tersendiri dalam menyeleksi objek.

Gambar 1.9 hasil seleksi menggunakan lasso tool.

Pen Tool (P)

Pen tool digunakan untuk membuat garis lurus maupun garis melengkung.

Gambar1.10 garis melengkung yang dibentuk oleh pen tool.

Text Tool (T)

Text tool digunakan untuk menuliskan huruf, kata, kalimat. Terdapat tiga tipe teks yaitu static text, dynamic text dan input text. Static text merupakan teks yang tidak dapat diubah-ubah. Dynamic text digunakan untuk nilai yang dapat berubah-ubah, misalnya waktu, skor, dan lain-lain. Sedangkan input text digunakan untuk mengambil nilai yang dimasukan, misalnya digunakan pada form seperti user name, password, dan sebagainya.

Oval Tool (O)

Oval tool digunakan untuk membuat gambar yang bulat atau lingkaran. Tekan shift jika ingin membuat lingkaran yang bulat penuh.

Rectangle Tool (R)

Rectangle Tool digunakan untuk membuat gambar persegi panjang atau bujur sangkar. Tekan shift untuk membuat gambar persegi dengan sisi sama panjang.

Pencil Tool (Y)

Pencil tool digunakan untuk menggambar seperti halnya pencil.

Brush Tool (B)

Brush tool digunakan untuk melukis seperti halnya dengan kuas.

Free Transform Tool

Sesuai dengan namanya, tool ini digunakan untuk memperbesar, memperkecil ukuran, serta mentransformasi bentuk. Ada beberapa bentuk transformasi yang disediakan antara lain: skew, scale, distort, dan envelope.
Skew digunakan untuk membuat objek menjadi miring baik secara horizontal maupun vertikal. Scale digunakan untuk mengubah skala objek. distort digunakan untuk mengubah titik-titik yang ada pada sudut objek. Envelope berfungsi sama seperti dengan distort hanya titik-titiknya yang akan diubah lebih banyak.

Fill Transform Tool (F)

Fill transform tool digunakan untuk mengubah warna yang ada di dalam, khususnya warna gradasi.

Ink Bottle Tool (S)

Ink Bottle Tool digunakan untuk mengubah warna outline pada objek.

Paint Bucket Tool (K)

Paint Bucket Tool Digunakan untuk warna bagian dalam objek.

Eye Dropper Tool (I)

Eye Dropper Tool digunakan untuk mengambil warna. Jika kita mengambil warna pada outline maka ink bottle tool akan aktif. Jika kita mengambil warna bagian dalam objek maka pain bucket tool akan aktif.

Eraser Tool (E)

Eraser Tool digunakan untuk menghapus baik outline maupun warna bagian dalam objek.



Hand Tool (H)

Hand tool digunakan untuk menggeser stage.

Zoom Tool (M,Z)

Zoom Tool digunakan untuk memperbesar atau memperkecil tampilan stage.



1.2Langkah-Langkah Membuat Presentasi Flash.

Macromedia Flash merupakan software berbasis vektor yang sangat baik untuk digunakan dalam membuat slide presentasi. Kita akan memcoba membuat suatu slide presentasi selangkah demi selangkah.

Membuka Program Macromedia Flash MX
Klik Start pada pojok kiri bawah > All Program > Macromedia > Macromedia Flash MX

Gambar 1.11 Tampilan awal Macromedia Flash
Membuat Menu Utama
Klik Create New > Flash Document.
Secara otomatis Macromedia Flash akan menyediakan ukuran kanvas seluas 550 x 400 pixels. Untuk memperoleh tampilan yang lebih maksimal ubah size kanvas dengan cara sebagai berikut.
Mengubah Size Stage / Kanvas
Klik size pada properties, kemudian ubah ukuran stage menjadi 800 X 600 pixels > Ok.

Gambar1.12 mengubah ukuran stage.
Save as > beri nama > Index.fla
Mengubah Nama Layer
Klik 2X layer 1, ubah nama layer 1 pada pojok kiri timeline menjadi bars.

Gambar1.13 Mengubah nama layer 1 menjadi “bars”.

Membuat Symbol Movie Clip
Tujuan dibuatnya symbol movie clip adalah untuk menciptakan timeline baru di luar time line utama. Dengan demikian tidak terlalu banyak layer yang muncul pada timeline utama. Hal ini akan mempermudah kita dalam dalam mengatur dan megedit hasil pekerjaan kita.
Klik menu insert > new symbol > Behavior-nya movie clip, beri namanya bars_mc.


Gambar 1.14 membuat movie clip “bars_mc”
Kembali ke Scene 1
Klik Scene 1 untuk kembali ke Scene 1.


Gambar 1.15 kembali ke scene1

Klik menu Window > Library maka akan muncul bars_mc pada kanan bawah layar monitor.


Gambar 1.16 movie clip “bars_mc” pada library
Time Line Baru Dalam Movie Clip
Klik dan Drag bars_mc yang berada pada library ke stage > klik 2X bulatan movie clip yang ada pada stage. Kemudian akan muncul time line baru pada movie clip bars_mc.

Gambar 1.17 bulatan movie clip “bars_mc”



Gambar 1.18 timeline baru

Menambah Layer
Klik gambar yang berada dibawah timeline, untuk menambah layer. Tambahkan 2 layer baru > ubah nama layer-layer tersebut dengan meng-klik 2x pada layer yang akan diubah namanya. Beri nama bar atas dan bar bawah pada layer tersebut


Gambar 1.19 penambahan layer “bar atas” dan” bar bawah”.

Membuang Garis Out Line
Pada frame 1 bar atas, Klik Rectangle tool > buat garis seperti gambar di bawah ini

Gambar 1.20 Frame 1 bar atas

Gambar 1.21 Membuat garis dengan menggunakan rectangle tool.
Klik Selection tool > Klik garis tepi pada persegi panjang yang terdapat pada kanvas > tekan delete pada keyboard sehingga garis tepi pada persegi panjang tersebut tidak ada lagi.


Gambar 1.22 Membuang garis out line pada layer “bar atas”.
Mengandakan Gambar
Klik garis biru pada stage > copy (Ctrl + C), kemudian paste (Ctrl + V) pada Frame 1 bar bawah.

Gambar 1.23 Frame 1 layer bar bawah

Gambar 1.24 Membuat garis pada layer “bar bawah”.
Memotong dan Mengabungkan Garis
Pada Layer bar atas, Buat lagi garis dengan rectangle tool, kemudian dengan menggunakan line tool, kita memotong garis tersebut.


Gambar 1.25 Memotongt garis dengan line tool.

Dengan menggunakan selection tool (V) > kita hapus garis biru pada bagian kiri berserta garis pemotongnya. Setelah itu tempelkan garis biru bagian kanan ke garis bagian atas.


Gambar 1.26 menempelkan hasil potongan garis ke garis bagian atas.
Membuat Garis Menggunakan Line Tool
Pada layer bar atas, Buatlah garis dengan line tool mengikuti garis biru bagian atas dengan ketebalan 4. Pertama buat garis horintal, kemudian buat garis vertikal yg sedikit dimiringkan dan yang terakhir buat garis horizontal lagi, sehingga mengikuti garis biru bagian atas.


Gambar 1.27 membuat garis mengikuti garis biru bagian atas.

Menggabungkan Gambar
Klik pada frame 1 bar atas > tekan (Ctrl + G) pada Keyboad untuk membuat group. Begitu juga dengan frame 1 bar bawah > tekan (Ctrl+G) untuk Membuat Group.

Gambar 1.28 Membuat Group.
Mengubah Gambar Menjadi Movie Clip
Klik gambar pada stage bagian layer bar atas, kemudian Klik Kanan > Convert to Symbol > Behaviour Movie Clip, NameBarAtas_mc.
Gambar 1.29 Gambar pada stage bagian layer bar atas yang akan diubah ke symbol movie clip.


Gambar 1.30 tampilan convert to symbol movie clip barAtas_mc.
Begitu juga dengan bar bawah > klik kanan > Convert to symbol > behaviour Movie Clip, Name BarBawah_mc.

Gambar 1.31 Gambar pada stage bagian layer bar bawah yang akan diubah ke symbol movie clip.

Gambar 1.32 tampilan convert to symbol movie clip BarBawah_mc.

Menambah Keyframe
Klik Frame 30 pada BarAtas > tekan F6 untuk menambah keyframe. Begitu juga dengan BarBawah, pada frame 30 > tekan F6.


Gambar 1.33 menambah keyframe pada layer bar atas.
Mengubah Ukuran dan Bentuk Gambar
Pada frame 1 Bar Atas > Klik gambar BarAtas_mc pada stage > Free Transform tool (Q) untuk memperpendek gambar hingga seperti gambar di bawah ini. Letakan persis di sebelah kanan atas stage.

Gambar 1.34 Frame 1.


Gambar 1.35 memperpendek garis bagian atas dengan free transform tools.

Pada Frame 1 Bar Bawah > klik gambar BarBawah_mc pada stage > Free Transform Tool (Q) untuk membuat garis menjadi pendek seperti gambar di bawah ini. Letakan persis sebelah kiri bawah stage.


Gambar 1.36 memperpendek garis bagian bawah dengan free transform tools.
Membuat Animasi Motion Tween
Arahkan cursor mouse diantara frame 1 sampai 30 > Klik Kanan >Create Motion Tween baik pada bar atas maupun bar bawah.

Gambar 1.37 membuat motion tween pada” bar atas” dan “bar bawah”.
Mengubah Color Properties Alpha
Pada barAtas frame1 > klik objek gambar pada stage > Ubah Properties Color Menjadi Alpha 0%.

Gambar 1.38 mengubah properties alpha menjadi 0%.
Pada barAtas frame 30 > klik objek gambar pada stage > Ubah Properties Color Menjadi Alpha 100%.

Gambar 1.39 mengubah properties alpha menjadi 100%.
Begitu juga dengan BarBawah pada frame pertama, alpha = 0% dan pada frame 30, alpha = 100%.

Melihat Hasil Sementara
Untuk melihat hasil sementara tekan Ctrl + Enter.

Membuat Bar Menu
Tambah layer baru beri nama Bar Menu. Pada frame 31 tambahkan key frame dengan menekan F6 pada keyboard.


Gambar 1.40 menambah layer baru “bar menu”.

Menambahkan Blank Frame
Pada layer Bar atas dan Bar Bawah, tambahkan blank frame pada frame ke-60 dengan menekan F5 pada keyboard.


Gambar 1.41 menambah blank frame pada layer “bar atas” dan “bar bawah”.

Mengatur Posisi atau Letak Gambar Dengan Grid
Pada layer Bar Menu (frame ke-31), buat garis dengan menggunakan regtangle tool kemudian potong garis dengan menggunakan line tool. Untuk membuat potongan menu sama besar dan posisi gambar menjadi lebih baik, Klik View > Grid > Show Grid.

Gambar 1.42 membuat bar menu.

Pada layer Bar Menu, tambahkan key frame (F6) pada key frame 60. arahkan cursor mouse diantara keyframe ke-31 dan ke-60. Ubah properties Dibawah menjadi Shape.

Gambar 1.43 frame antara keyframe ke-31 dan ke-60.


Gambar 1.44 mengubah properties menjadi shape.
Pada key frame ke-31 layer Bar Menu, klik Free Transform tool, perkecil ukuran garis. Ubah warnah kalau perlu.

Gambar 1.45 memperkecil ukuran dengan menggunakan free transform tool.

Pada layer Bar menu, tambahkan key frame (F6) pada frame ke-61. tambahkan juga blank frame (F5) untuk layer bar atas dan bar bawah pada frame ke-61.

Gambar 1.46 frame ke-61.

Klik Text Tool (T) > Ketik satu-persatu Home, Text, Sound, Movie, Link seperti pada gambar dibawah ini. Untuk mengatur posisi tulisan > klik Selection Tool > klik Text yang ingin dipindahkan.

Gambar 1.47 membuat menu.
Membuat Button
Pada key frame ke-61 layer Bar menu, Klik pada stage > klik tulisan Home > tekan Shift > Klik Background Berwarna abu-abu dibelakangnya > klik kanan >convert to symbol > Pilih Behaviour Button > beri nama Home_btn.

Gambar 1.48 Text Home dan back ground dibelakangnya.

Gambar 1.49 mengubah text dan background menjadi Button.
Begitu juga dengan tulisan Text, Sound, Movie, Link. Masing-masing diubah menjadi button dengan nama: Text_btn, Sound_btn, Movie_btn, Link_btn.
Tambahkan layer baru, beri nama ActionScript1.


Gambar 1.50 menambah layer baru “action script”.

Pada frame ke-61 layer ActionScript1 tambahkan keyframe dengan menekan F6 pada Keyboard. Kemudian tekan F9 maka akan muncul action frame. Ketik Stop();
Dengan menggunakan action script stop(); pada frame ke-61 maka frame akan berhenti pada frame ke-61.

Gambar 1.51 Frame ke-61 pada layer ActionScript.


Gambar 1.52 tampilan dari action frame.

Tambahkan layer kemudian beri nama target.


Gambar 1.53 menambah layer “target”.

Klik Insert > New Symbol > Behaviour Movie Clip > beri nama Target_mc.


Gambar 1.54 insert movie clip “target_mc”.

Kembali ke scene1 > Klik layer bars > klik 2x bulatan movie clip yang ada pada stage.

Gambar 1.55 movie clip bars_mc pada stage.

Klik layer target > klik main Menu Window > Library > Klik dan Drag Target_mc ke stage.

Gambar 1.56 movie clip “target_mc” pada stage.

Klik bulatan movie clip target_mc pada stage > Instance name pada properties diberi nama: target.


Gambar 1.57 instance name movie clip “target”.

Membuat Coding Action Script Untuk Memanggil File Lain Di Luar File Induk.
Klik Keyframe ke-61, Klik Button Home > F9 pada keyboard > ketikan coding action script:
on (release) {
loadMovie("Home.swf", "target");
}

Gambar 1.58 button Home.

Kegunaan on (release) adalah untuk menyatakan pada saat button ditekan maka perinta berikutnya akan dijalankan.
loadMovie adalah perintah untuk memangil movie lain yang berada diluar stage.
Target_mc yang instance name kita beri nama target merupakan alamat atau parameter dimana movie yang dipanggil akan diletakkan. Dalam hal ini target_mc pada stage dapat kita ubah posisinya sehingga mempengaruhi letak movie yang akan muncul di stage.
Klik Button Text > F9 > ketikan coding action Script:
on (release) {
loadMovie("Text.swf", "target");
}

Gambar 1.59 button Text.
Klik Button Sound > F9 > ketikan coding action Script:
on (release) {
loadMovie("Sound.swf", "target");
}

Gambar 1.60 button Sound.
Klik Button Movie > F9 > ketikan coding action Script:
on (release) {
loadMovie("Movie.swf", "target");
}

Gambar 1.61 button Movie.
Klik Button Link > F9 > ketikan coding action Script:
on (release) {
loadMovie("Link.swf", "target");
}

Gambar 1.62 button Link.

Membuat Halaman Home
Klik Menu File > New >Flash Document > OK.
Klik Menu File> Save as dengan nama Home.fla
Menghilangkan Warna Fill
Klik Rectangle Tool > Buat Kotak. Kemudian dengan menggunakan Selection Tool (V), Klik fill yang ada di tengah kotak. Kemudian tekan Delete pada keyboard. Klik Pada Layer 1 > Tekan Ctrl+G untuk membuat group.

Gambar 1.63 Membuat garis dengan rectagle tool..

Gambar 1.64 Hasil akhir setelah warna fill dihilangkan.

Klik Layer 1 > Tambahkan Keyframe pada frame ke-30. kemudian Perbesar gambar persegi panjang dengan menggunakan Free Transform Tool (Q pada frame ke-30.

Gambar 1.65 Menambahkan keyframe pada frame ke-30


Gambar 1.66 Memperbesar garis dengan free transform tool.

Diantara keyframe Ke-1 dan Keyframe ke-30 > Klik Kanan > Create Motion Tween.

Gambar 1.67 Frame ke-1 sampai ke-30
Tambahkan layer ganti nama layer dengan nama “selamat datang”.

Gambar 1.68 Layer selamat datang
kemudian letakkan cursor mouse pada frame ke-31 pada layer selamat datang > tekan F6 untuk menambahkan objek.

Gambar 1.69 Menambahkan Keyframe pada Frame ke-31 layer selamat datang.
Menuliskan Text pada Stage
Click text tool (T), pilih font huruf yang diinginkan dan pilih besar ukuran huruf yang akan ditulis, kemudian ketik “Selamat Datang Di Dunia Flash MX” pada stage. Tekan F5 pada frame ke-60 pada layer 1.

Gambar 1.70 Text “Selamat Datang Di Dunia Flash MX”
Arahkan Cursor Mouse ke Tulisan “Selamat Datang di Dunia Flash MX” > Klik kanan > pilih convert to symbol, kemudian pilih behaviour movie clip. Beri nama selamat_mc.


Gambar 1.71 Convert to movie clip “selamat_mc”.

Tekan F6 pada frame ke-60 pada layer selamat datang, kemudian letakkan cursor mouse di antara frame ke-31 dan ke-60, klik kanan pilih motion tween.


Gambar 1.72 Membuat motion tween.

Klik frame ke-31 pada layer selamat datang pilih modify pada menu bars > transform > flip horizontal.

Gambar 1.73 Membuat tulisan menjadi terbalik.

Pilih free transform tools (Q), kecilkan ukurannya dan putar sedikit objek text untuk mempercantik animasi.

Gambar 1.74 Membuat tulisan menjadi sedikit miring.
Tambahkan 5 layer di atas layer selamat datang, masing-masing diberi nama pendahuluan, pembahasan, kesimpulan, button dan action script.


Gambar 1.75 penambahan layer pendahuluan, pembahasan, kesimpulan, button dan action script.

Pada layer pendahuluan frame ke-61 tekan F6 untuk menambah keyframe > , klik insert > new symbol > behaviour movie clip, beri nama Pendahuluan_mc. Terus tekan Ok. Kembali ke scene 1 di atas time line.

Gambar 1.76 Penambahan Keyframe pada frame ke-61 layer pendahuluan.

Gambar 1.77 Insert Movie Clip Pendahuluan_mc

Gambar 1.78 kembali ke scene 1
Klik layer Pendahuluan frame ke-31 > klik menu window > library pada menu bars, drag pendahuluan_mc ke stage.

Gambar 1.79 Bulatan movie clip pendahuan_mc pada stage.
Klik dua kali pada bulatan pendahuluan_mc yang berada di stage sehingga terlihat ada time line yang baru.


Gambar 1.80 time line “ pendahuluan_mc”.
Ganti nama layer 1 menjadi Pendahuluan, tambahkan 5 layer lagi dan masing-masing diberi nama Latar belakang, Tujuan, manfaat, label dan action script.


Gambar 1.81 layer-layer pada movie clip “pendahuluan_mc”.

Pada layer pendahuluan, klik Text tool (T), kemudian Ketik “Pendahuluan” di atas stage.

Gambar 1.82 Text “Pendahuluan” pada stage.

Mengubah Text Menjadi Button
Pada tulisan pendahuluan yang berada di atas stage. Klik kanan, covert to symbol, pilih behaviour button dan beri nama pendahuluan_btn.

Gambar 1.83 mengubah text “Pendahuluan” menjadi Button.

Tekan F5 pada frame ke-50 layer pendahuluan.

Gambar 1.84 menambah blank frame pada frame ke-50.

Pada layer latar belakang, frame ke-20 tekan F6. ketik tulisan Latar Belakang di atas stage dengan menggunakan text tool (T). Click kanan, covert to symbol, pilih behaviour button dan beri nama Latarbelakang_btn.

Pada layer tujuan, frame ke-20 tekan F6. ketik tulisan Tujuan di atas stage dengan menggunakan text tool (T). Klik kanan, covert to symbol, pilih behaviour button dan beri nama “Tujuan_btn”.

Pada layer manfaat, frame ke-20 tekan F6. ketik tulisan Manfaat di atas stage dengan menggunakan text tool (T). Klik kanan, covert to symbol, pilih behaviour button dan beri nama “Manfaat_btn”.

Gambar 1.85 Tampilan dari Button Pendahuluan, Latar Belakang, Tujuan, dan Manfaat

Pada layer latar belakang, tekan F6 pada frame ke-50. Klik tulisan Latar Belakang yang berada di stage, ubah properties color menjadi Alpha 100%.
Pada layer Tujuan, tekan F6 pada frame ke-50 > Klik tulisan Tujuan yang berada di stage, ubah properties color menjadi Alpha 100%.
Pada layer manfaat, tekan F6 pada frame ke-50. Klik tulisan Manfaat yang berada di stage, ubah properties color menjadi Alpha 100%.

Gambar 1.86 penambahan keyframe pada frame ke-50


Gambar 1.87 mengubah properties color alpha menjadi 100%.

Pada layer latar belakang, frame ke-20. Klik tulisan Latar Belakang yang berada di stage, ubah properties color menjadi Alpha 0%, drag tulisan yang tidak kelihatan tersebut tepat di atas tulisan pendahuluan.
Pada layer tujuan, frame ke-20. Klik tulisan Tujuan yang berada di stage, ubah propertiesy color menjadi Alpha 0%, drag tulisan yang tidak kelihatan tersebut tepat di atas tulisan pendahuluan.
Pada layer manfaat, frame ke-20. Klik tulisan Manfaat yang berada di stage, ubah properties color menjadi Alpha 0%, drag tulisan yang tidak kelihatan tersebut tepat di atas tulisan pendahuluan.

Gambar 1.88 Frame ke-20


Gambar 1.89 mengubah properties color alpha menjadi 0%

Gambar 1.90 Menempatkan Latar belakang_btn, Tujuan_btn, Manfaat_btn yang properties color alpha 0% di atas Pendahuluan_btn

Di antara frame ke-20 dan ke-50 pada layer latar belakang, click kanan > create motion tween.

Di antara frame ke-20 dan ke-50 pada layer tujuan, click kanan > create motion tween.

Di antara frame ke-20 dan ke-50 pada layer manfaat, click kanan > create motion tween.

Gambar 1.91 menambahkan animasi motion tween
Memberi nama Label
Pada layer label, frame ke-1. ketik frame label “menutup” pada properties.

Gambar 1.92 memberikan nama lebel “menutup”

Gambar 1.93 Frame ke-1
Pada layer label, frame ke-20 > tekan F6 untuk menambah keyframe > ketik frame label “membuka” pada properties. Tekan F5 pada frame ke-50 pada layer label.

Gambar 1.94 Frame ke-20
Klik tulisan pendahuluan pada stage, tekan F9. ketik coding action script:
on (press) {
gotoAndPlay("Membuka");
}

Gambar 1.95 Penambahan coding action script pada pendahuluan_btn

Coding di atas menunjukkan bahwa pada saat tombol ditekan maka flash akan menuju ke label membuka yaitu frame ke-20.

Pada layer “action script”, tekan F6 pada frame ke-19 dan ke-50. tekan F9, ketik stop();

Gambar 1.96 Penambahan coding action script stop pada frame ke-19 dan frame ke-50
Lakukan hal yang sama seperti layer pendahuluan, tetapi pada layer pembahasan objek dibuat pada frame ke-62 dan pada layer untuk layer kesimpulan dan saran, objek dibuat pada frame ke-63. Untuk menambah objek, cukup menekan F6 pada frame yang diinginkan.

Usahakan koordinat X dan Y pada properties layer pendahuluan, pembahasan dan layer kesimpulan mempunyai koordinat yang sama.

Kembali ke scene1 > layer layer action script, frame ke-60, ke-61, ke-62 dan ke-63. beri coding action script: Stop ();

Gambar 1.97 Frame ke-60, 61 dan 62
Menambahakan Button Dari Common Libraries
Pada layer button, frame ke-1. pilih window > other panels > common libraries > buttons pada menu bars. Pilih button yang sesuai.


Gambar 1.98 insert button kanan.

Klik button yang ada pada stage, ketik coding berikut ini:
on (release) {
gotoAndPlay(61);
}
Pada saat button di tekan, maka frame ke-61 yang akan dijalankan (pendahuluan_mc).

Pada layer “button ”, frame ke-61 tekan F6 > tambahkan button (button kiri) untuk kembali ke menu sebelumnya. Ketik coding:
on (release) {
gotoAndPlay(1);
}

Gambar1.99 Insert button kiri
Untuk button kanan, ketik coding:
on (release) {
gotoAndPlay(62);
}

Pada Layer buton tekan F6 pada frame ke-62. Klik button kiri pada stage > ketik coding action script:
on (release) {
gotoAndPlay(61);
}
Klik button kanan pada stage > ketik coding action script:
on (release) {
gotoAndPlay(63);
}

Pada layer button tekan F6 pada frame ke-63 > klik button kiri pada stage > ketik coding action script :
on (release) {
gotoAndPlay(62);
}
Delete button kanan pada stage.

Gambar 1.100 Delete button kanan pada stage
Klik Button Home untuk melihat hasil dari Link. Jika tampilannya terlalu pinggir kanan, kita tinggal Menarik Target_mc sedikit ke kiri, dengan demikian posisi Home.swf yg kita panggil dapat kita atur posisi tampilnya di stage.

Membuat Halaman Text

Klik File > New > Flash Document > save as beri nama Text.fla.

Ubah nama layer 1 menjadi scroolbar dan tambah layer lagi beri nama actionscript.


Gambar 1.101 layer scrolbar dan layer actionscript.
Membuat Scrollbar
Buat 3 garis dengan Rectangle tool pada layer scrollbar sepeti gambar di bawah ini. Garis ke-1 lebih panjang dari pada garis ke-2 dan ke-3. Garis ke-3 diberi warna yang berbeda dan potong garis ke-3 dengan menggunakan Line tool. Garis ke-1 dan garis ke-2 di blok dengan menggunakan mouse satu-persatu (tidak digabung) > tekan Ctrl + G untuk membuat group pada garis ke-1 dan garis ke-2.

Gambar 1.102 gambar garis yang dibuat dengan rectangle tool.

Copy dan paste garis ke-2 > keluarkan fill segitiga pada garis ke-3 dan buat garis outline yang tidak diperlukan > dengan menggunakan Free transform tool buat segitiga menghadap ke atas dan ke bawah > tekan Ctrl + G untuk membuat group pada garis ke-3.

Gambar 1.103 garis yang dipersiapkan untuk membuat scrollbar.

Klik shift pada garis ke-2 bagian atas dan segitiga yang menghadap ke atas > klik kanan > convert to symbol >behaviour: button > name atas_btn. Begitu juga dengan garis ke-2 bagian atas dan segitiga yang menghadap ke bawah beri nama bawah_btn.

Gambar 1.104 Bagian atas dan bagian bawah

Klik 2X pada atas_btn > tekan F6 pada timeline> over > klik 2X pada segitiga ubah warnanya agar pada saat mouse didekatkan maka warna segitiga akan berubah. Ubah juga warna segitiga bawah_btn dengan cara yang sama.

Gambar 1.105 menambah keyframe pada button
Gabungkan garis-garis tersebut seperti gambar di bawah ini.

Gambar 1.106 garis yang sudah digabungkan.
Klik atas_btn > tekan F9 > ketik coding:
on (release, keyPress "") {
_parent.artikel.scroll--;
}
Pada saat atas_btn ditekan maka artikel yang terdapat pada text.txt akan turun 1 baris.

Klik bawah_btn > tekan F9 > ketik coding:
on (release, keyPress "") {
_parent.artikel.scrol++;
}
Pada saat bawah_btn ditekan maka artikel yang terdapat pada text.txt akan naik 1 baris.
Klik layer scrollbar > klik kanan pada tepat pada garis di stage > convert to symbol > behaviour: movie clip > name: scrollbar_mc > pada instance name pada properties diberi nama scrollbar.

Gambar 1.107 mengubah scrollbar menjadi movie clip

Gambar 1.108 instance name “scrollbar”
Masih pada layer scrollbar > Klik Text tool ubah properties menjadi Dynamic text > dan line type diubah menjadi single line> klik show border around the text pada properties.


Gambar 1.109 Dynamic text dan single line.

Buat garis dengan Text tool seperti gambar di bawah ini > instance name pada properties diberi nama sjudul.

Gambar 1.110 membuat judul dengan dynamic text.

Pada layer scrollbar > Klik Text tool > properties Dynamic text > line type diubah menjadi multiline > instance name pada properties diubah menjadi artikel > klik show border around the text pada properties.

Gambar 1.111 membuat artikel dengan dynamic text.
Klik layer actionscript > tekan F9 > ketik coding actionscript:
dataArtikel = new LoadVars();
dataArtikel.onLoad = function() {
artikel.htmlText = this.artikel;
judul.htmlText = this.judul;
};
dataArtikel.load("text.txt");
// dataArtikel merupakan nama function yang kita buat, variable yang akan kita panggil akan mengirimkan datanya ke parameter function yang kita beri nama dataArtikel.
// artikel.htmlText = this.artikel hal ini menunjukkan bahwa data artikel akan ditampilkan pada dynamic text artikel.
// judul.htmlText = menunjukkan bahwa data judul akan pada dynamic text judul.

Membuat Text.txt
Start > run > Notepad > Ok

Gambar 1.112 Tampilan menu run
Ketik pada notepad tulisan sebagai berikut ini:
start=
&judul=Macromedia flash
&artikel= Trip dan Trik Presentasi
1) Materi Presentasi
2) Waktu
3) Tempat
4) Audience (pendengar)
5) Penampilan
6) Suara
7) Body Language (bahasa tubuh)
8) Eye contact (tatapan mata)
9) Cara Penyampaian
10) Penggunaan Multimedia sebagai Alat Bantu Penyampaian.

Membuat Halaman Sound
Klik File > New > Flash Document > Save As > beri nama Sound.Fla.
Membuat Gambar Speaker
Ubah nama layer 1 menjadi Speaker.

Gambar 1.113 mengubah nama layer 1 menjadi “speaker”
Klik Insert > New Symbol >Behaviour Movie clip > beri nama speaker_mc.
Klik Scene 1 untuk kembali ke Scene 1 > Klik Window > Library untuk melihat library > Klik dan drag speaker_mc ke atas Stage.

Gambar 1.114 “speaker_mc” pada windows library.

Klik 2 kali pada bulatan movie clip sehingga keluar timeline baru.


Gambar 1.115 “speaker_mc” pada pada stage.

Pada layer 1, Pilih Warna Hitam pada Fill Color > buat lingkaran dengan menggunakan Oval Tool (O) .
Klik Pada frame 1 pada layer 1 > tekan Ctrl +G untuk membuat Group.

Gambar 1.116 membuat lingkaran pertama dengan oval tool.

Tambah Layer pada speaker_mc > Pilih Warna gradasi hitam putih pada Fill Color > buat lingkaran pada layer 2 yang ukurannya lebih kecil dari pada lingkaran pertama > tekan Ctrl + G pada lingkaran ke-2 untuk membuat group.

Gambar 1.117 membuat lingkaran kedua yg diletakan di atas lingkaran pertama.

Tambah Layer pada speaker_mc > Pilih warna gradient pada fill color > buat lingkaran pada layer 3 yang ukurannya lebih kecil dari pada lingkaran kedua.

Gambar 1.118 membuat lingkaran kedua yg diletakan di atas lingkaran pertama dan kedua.

Tekan F6 frame ke-2 pada layer 2 dan layer 3 > tekan F5 frame ke-2 pada layer 1.

Gambar 1.119 menambah keyframe.
Pada frame ke-2 layer 3, Perbesar Lingkaran sedikit saja dengan menggunakan Free Transform Tool (Q).

Pada frame ke-2 layer 2, Perkecil Lingkaran sedikit saja dengan menggunakan Free Transform Tool (Q).
Memasukan Sound ke Dalam Flash
Kembali ke scene 1 > Insert > New Symbol > Behavior Movie clip > beri nama sound_mc.
Kembali ke scene 1 > tambah layer baru, beri nama sound.


Gambar 1.120 menambah layer “sound” pada scene 1.

Pada layer sound > Drag sound_mc dari library ke stage > klik dua kali pada bulatan sound_mc yang berada di stage sehingga muncul time line yang baru.


Gambar 1.121 time line baru pada “sound_mc”.

Masukan Suara Pada Timeline
Pada sound_mc > File > Import > Import to library > pilih sound yang berada pada harddisc Komputer anda.
Klik dan drag sound yg kita import dari library ke stage.


Gambar 1.122 sound pada window library.
Tekan F6 pada frame ke-5 layer 1 > tekan F5 pada frame ke-10.

Gambar 1.123 sound yang sudah dimasukan ke stage pada layer 1.
Tambahkan layer di atas layer 1> pada frame pertama layer 2 > tekan F9 sehingga muncul action-frame > ketikan stop(); pada action frame.


Gambar 1.124 Frame ke-1 pada layer 2


Gambar 1.125 tampilan dari action frame pada frame 1 layer2.

Pada frame ke-2 layer 2 isi frame label pada properties: play.


Gambar 1.126 memberikan label “play” pada frame 2 pada layer1.

Pada frame ke-5 layer 2 > tekan F6 > isi frame label pada properties: stop.


Gambar 1.127 memberikan label “stop” pada frame 5 pada layer2.

Kembali ke scene1 > tambahkan layer > beri nama action script.

Gambar 1.128 menambah layer “acton script” pada scene 1.

Tekan F9 pada layer action script > ketik coding: bunyi = 1;


Gambar 1.129 memberikan coding pada layer “action script”.

Mengubah Gambar Speaker Menjadi Button
Klik gambar speaker pada stage > klik kanan > convert to symbol > behaviour button > beri nama speaker_btn.
Klik dua kali pada speaker_btn hingga muncul time line seperti gambar berikut ini.


Gambar 1.130 tampilan pada time line button setelah diklik dua kali.

Pada layer satu bagian Over > tekan F6 > Pilih Text tool (T) > Ketik ON/OFF tepat di bawah gambar speaker. Kegunaan over adalah: pada saat mouse didekatkan ke button, maka akan muncul tulisan atau gambar yang kita buat.

Gambar 1.131 tulisanON/OFF akan muncul pada saat mouse diarahkan ke gambar speaker.

Kembali ke scene1> klik gambar speaker > tekan F9 > ketikan coding:
on (release) {
if (bunyi == 1) {
stopAllSounds();
sound.gotoAndStop("Stop");
bunyi = 0;
} else {
Sound.gotoAndPlay("Play");
bunyi = 1;
}
}

Pada layer sound > klik bulatan movie clip pada stage hingga muncul properties movie clip pada bagian bawah monitor > isi instance name dengan nama sound.


Gambar 1.132 instance name pada movie clip “sound_mc”

Coba jalankan dengan menekan Ctrl+enter.
Membuat Halaman Movie
File > New > Flash Document > Ok. File > Save as > beri nama Movie1.fla > save.

Mengubah Warna Background
Ubah nama layer 1 menjadi Movie > Klik pada stage ubah background pada properties menjadi warna abu-abu.


Gambar 1.133 mengubah warna pada background.

File > Import > Import to Library >pilih video yang mau dimasukkan ke dalam library >open > select video > next .
Akan banyak pilihan pada import video deployment, antara lain: Progressive download from web a server, Stream from flash Video Streaming Service, Stream from Flash Communication Server, Embed Video in swf and play in time.
Progressive download from web a server : Menggunakan Flash player 7 ke atas, Progressive download menampilkan flash dengan menggunakan video streaming HTTP, Video kita akan diubah ke bentuk Flash Video File.
Stream from flash Video Streaming Service: Flash Video Streaming Service (FVSS) memungkinkan kita untuk meng-upload video ke dalam communication server yang telah kita sewa melalui jasa servirce provider dimana kita telah terdaftar. Video kita juga akan diubah ke dalam bentuk Flash Video File.
Stream from Flash Communication Server: Flash Communication Server memungkinkan kita untuk meng-upload video ke dalam flash commucation server yang telah kita sewa, Video kita juga akan diubah ke dalam bentuk Flash Video File beserta konfigurasinya.
Embed Video in swf and play in time: Embed Video in swf dianjurkan untuk video clip yang berdurasi pendek atau video clip yang tidak memiliki audio track. Embed Video in swf tidak mengubah video ke dalam bentuk Flash Video File.
Tidak ada perbedaan yang begitu mencolok antara Progressive download from web a server dengan Stream from flash Video Streaming Service dan Stream from Flash Communication Server. Oleh karena itu kita akan mencoba salah satunya saja yaitu Progressive download from a web server.

Gambar 1.134 tampilan import to library

Gambar 1.135 tampilan Select Video

Gambar 1.136 tampilan Import Video Deployment

Import Video ke bentuk Flash Video File
File > Import > Import to Library >pilih video yang mau dimasukkan ke dalam library >open > select video > next > Progressive download from a web server > Pilih Flash 8-Medium Quality (400kbps)> next > pilih skin yang sesuai dengan selera kita misalnya: ClearExternalAll.Swf>Next>Finish
Control + Enter untuk melihat hasilnya.

Gambar 1.137 hasil movie Progressive download from a web server
Sumber:www.funnyplace.org

Embed Video in SWF and Play in time
File > New > Flash Document > Ok. File > Save as > beri nama Movie.fla > save.
Ubah nama layer 1 menjadi Movie > Klik pada stage ubah background pada properties menjadi warna abu-abu.
Tambahkan layer pada timeline beri nama Button.

Gambar 1.138 menambar layer “button” pada time line.
File > Import > Import to Library >pilih video yang mau dimasukkan ke dalam library >open > select video > next > Embed Video in SWF and Play in Time >next> Pilih Flash 8-Medium Quality (400kbps)> next >Finish
Klik Layer Movie > Window > Library > drag film yg kita import pada library misalnya “sleeky shampoo” ke atas stage. Untuk memperbesar atau memperkecil gambar movie bias dengan menggunakan Free transform tool (Q) dengan koensekuensi gambar yg diperbesar bisa tidak jelas.

Gambar 1.139 hasil movie yang dimasukan pada stage.
Sumber:www.funnyplace.org

Klik Film pada stage > klik kanan > Convert to symbol > behavior movie clip > beri nama movie_mc.
Menambahkan Button Common Libraries pada Stage.
Klik pada layer button > Window > others panel >common libraries > Buttons > pilih folder circle button > drag button play, button rewind, dan button stop ke atas stage.


Gambar 1.140 penambahan butoon play, stop dan rewind.

Klik gambar film pada stage > isi instance name pada properties movie clip dengan nama “movie”.


Gambar 1.141 mengubah film menjadi movie clip.

Klik tombol play pada stage > tekan F9 > ketik coding:
on (release) {
movie.play();
}

Klik tombol stop pada stage > tekan F9 > ketik coding:
on (release) {
movie.stop();
}

Klik tombol rewind pada stage > tekan F9 > ketik coding:
on (release) {
movie.gotoAndPlay(1);
}

Pada layer button tekan F5 sepanjang frame yang ada pada layer movie.

Gambar 1.142 menambahkan blank frame dengan menekan F5.
Tekan Ctrl +enter untuk melihat hasilnya.

Membuat Halaman Link
File > New > Flash Document > OK > File > Save as > Link.fla > Save.
Ubah nama layer dengan nama ilmukomputer.


Klik Text Tool (T) > ketikkan www.ilmukomputercom pada stage > blok tulisan www.MediaKita.com pada stage > isi URL Link pada properties dengan nama www.mediakita.com.


Membuat Full Screen.
Buka index.fla > tambah layer beri nama “full screen”.
Klik frame pertama pada layer “fullscreen” > F9 > tambahkan action script:
fscommand("fullscreen",true);

Membuat Button Exit
Buka index.fla > tambah layer beri nama “exit”.
Klik rectangle tool > buat kotak kecil di pojok kanan atas.
Beri tanda silang “X” dengan menggunakan text tool.

Gambar 1.143 Button exit

Klik frame 1 layer exit > arahkan cursor mouse ke button “exit” pada stage > klik kanan > convert to symbol > behaviour button > beri nama exit_btn.
Klik button “exit” pada stage > F9 > tambahkan action script:
on (release) {
fscommand("quit", true);
}
Untuk melihat hasil tekan Ctrl+enter.

Memasukan Suara Pada Button
Buka index.fla > File > Import > Import to Library > cari suara yang cocok untuk button.
Klik layer bars >klik 2x pada bulatan movie clip yang ada pada stage > Klik layer bar menu frame ke-61 > klik ke atas stage.

Klik 2x button home yang ada pada stage > pada timeline Hit > tekan F6 > klik window library > Drag suara yang bergambar speaker pada library ke atas stage. Maka setiap kali tombol home di tekan akan keluar suara.


Gambar 1.144 insert sound pada button.

Lakukan hal yang sama pada button text, sound, movie dan link seperti halnya pada button home.
Untuk melihat hasil akhir buka index.swf.
































Biografi Penulis

Efendy. Lahir di Jambi, 28 April 1981. Menamatkan SMU di SMU Methodist 2, Palembang pada tahun 1998. Menyelesaikan program D3 Jurusan Bahasa Inggris di STBA Methodist pada tahun 2001, S1 pada jurusan Teknik informatika dan Matematika di Universitas Bina Nusantara Jakarta pada tahun 2006.
Informasi lebih lanjut tentang penulis ini bisa didapat melalui:
Email: efendyc@yahoo.com
YM : efendyc

Membuat Studio Rekaman Sendiri

Membuat Studio Rekaman Sendiri
Bermodalkan komputer multimedia, Anda dapat membuat studio rekaman sendiri mulai dari merekam, memberikan sentuhan artistik pada lagu, sampai menghasilkan album dalam format CD Audio sendiri.

Multimedia kini adalah hal yangbiasa di Linux. Mendengarkan lagu baik dari CD Audio, mp3,
ogg, ataupun format lain adalah hal biasa. Begitu juga dengan menonton VCD dan DVD. Bahkan membuat VCD dan DVD sendiri. Semuanya biasa! Berbagai distro bahkan secara otomatis memberikan semua fasilitas ini kepada Anda.
Bagi Anda yang senang mendengarkan musik dan sesekali mencoba mengikuti untuk menyanyi, kenapa tidak mencoba untuk membuat album sendiri ketika memiliki waktu luang? Persyaratan yang dibutuhkan juga tidak macam-macam.
Pertama, tentunya komputer Anda harus memiliki sound device yang mendukung rekaman. Yang kedua, Anda memiliki software yang dapat digunakan untuk merekam. Perekaman akan membutuhkan banyak ruang kosong
harddisk, dan sebaiknya Anda menyediakan sekitar 50 sampai 100 MB ruang kosong. Kemudian, Anda juga perlu memiliki sebuah microphone yang dapat dicolokkan ke
dalam sound device Anda. Ada baiknya, Anda juga memiliki sebuah earphone atau headphone agar perekaman tidak terganggu ketika Anda merekam sambil
mendengarkan atau melihat pada panduan. Sebaiknya, Anda memiliki video klip atau paling tidak lagu yang akan Anda jadikan panduan. Apabila Anda menulis lagu
sendiri, maka hal ini tentu tidak dibutuhkan. Video clip atau contoh lagu akan memandu Anda dalam melakukan perekaman.
Setelah rekaman selesai, ada kalanya berbagai sentuhan akan diperlukan, dan Anda memerlukan software tertentu untuk melakukannya. Setelah selesai, Anda dapat membuat CD Audio sendiri sehingga Anda akan memiliki album dalam sebuah CD Audio. Untuk membuat CD Audio, Anda membutuhkan software tertentu. Atau, dalam bentuk sederhana, Anda dapat menyimpannya dalam MP3 atau OGG. Untuk itu, software untuk membuat MP3 atau OGG harus tersedia.
Berikut ini adalah spesifikasi software yang digunakan untuk membantu membuat studio rekaman. Penulis menggunakan
SuSE 9.0 dengan desktop KDE. Untuk merekam, penulis menggunakan Krecord. Untuk memainkan lagu atau video clip, XMMS atau mplayer digunakan. Untuk memberikan sentuhan pada hasil rekaman, penulis menggunakan Audacity. Audacity juga dapat digunakan untuk merekam.


Hanya, penulis menggunakan Krecord karena lebih enak bekerja dengan Krecord. Untuk membuat CD Audio, K3B digunakan. Untuk membuat MP3, lame digunakan.
Dan untuk membuat OGG, berbagai tool
OGG vorbis digunakan. Memainkan lagu atau video clip
Pertama-tama, mainkanlah lagu atau video clip yang Akan anda contoh. Bagi Anda sang penulis lagu, langkah ini tidak diperlukan. Setelah puas mencoba, gunakanlah earphone dan sesuaikan volume agar Anda tetap masih dapat mendengarkan lagu sebagai panduan. Namun, konsentrasi Anda tidak terpecah gara-gara volume yang terlalu kuat. Lakukan konfigurasi terbaik di tahap ini. Apabila Anda menggunakan video clip dan
ingin tetap bisa membaca teksnya, pastikan video clip dimainkan di modus window dan lokasi windownya tidak mengganggu
proses rekaman. Jangan lupa untuk



Merekam dengan Krecord.



Manipulasi dengan Audacity.



www.infolinux.web.id



79INFOLINUX APRIL 2004

Thank you for trying SolidConverter PDF.
The trial version of this product only converts 10% of your document, with a 10 page maximum.
For this conversion, SolidConverter PDF converted 1 of 3 pages.Please register SolidConverter PDF at http://www.solidpdf.com/buy.htm to remove this restriction.
MEMBACA PIKIRAN ORANG SEPERTI MEMBACA BUKU

GERALD I. NIERENBERG
HENDRY H. CALERO
PENERBIT THINK JOGJAKARTA



CARA MEMPEROLEH KEAHLIAN MEMBACA TUBUH
“ Pengetahuan diperoleh dengan membaca bubku – buku, tapi yang lebih penting dipelajari ialah pengetahuan tentang dunia, yang hanya diperoleh dengan mempelajari manusia dan segala sesuatu tentang mereka “
-Lord Chesterfield, “Letters to His Son”


Bandar udara merupakan salah satu tempat yan sempurna untuk mengamati keseluruhan spectrum perasaan manusia. Saat para penumpang dating dan pergi, Anda bias melihat seseorang wanita yang sangat takut penerbangan, ia mencubit lengannya sendiri, “ Semua akan baik-baik saja.” Dengan cara yang sama orang-orang berkata, “ Aku harus mencubit diriku sendiri untuk meyakinkan bahwa ini bukanlah mimpi.” Seseorang pria yang sedang menunggu saat pemberangkatan mungkin juga merasa tidak yakin akan penerbangannya. Dalam keadaan ini, ia duduk dengan sikap yang kaku, posisi tubuhnya tegak lurus dengan pergelangan kaki terkunci (menyilang). Tangannya saling menggegam membentuk sebuah kepalan besar, sambil menggerakkan kedua ibu jarinya. Semua bahasa tubuh tersebut menandakan gugup

Get more….contact at THINK JOGJAKARTA

Kehidupan, Tempat ujian yang Sesungguhnya
“Hal ini sama besarnya dengan kehidupan, dan dua kalinya alam”
-Lewis Caroll, “Through the Looking Glass”

Pabrik-pabrik mobil melakukan percobaan yang luas terhadap sejumlah akserori mobil yang baru. Bagaimanapun, untuk memastikan kesuksesan atau kegagalannya tidak perlu menunggu sampai berbagai aksesoris tersebut dipublikasikan dalam keadaan sebenarnya. Beberapa tahun lalu The Ford Motor Company memutuskan untuk mengembangkan keamanan mobil dengan menambah sebuah aksesoris yang disebut dengan vacuum automatic door lock, alat ini didesain untuk mengunci mobil secara otomatis bersamaandengan saat keceatan mobil mencapai 9 mil/jam. Setelah mobil-mobil dengan perlengkapan kunci baru ini berada di pasaran, Ford mulai menerima banyak keluhan demi keluhan

Get more….contact at THINK JOGJAKARTA



Bahasa Tubuh Muncul dalam Bentuk Rangkaian Tubuh

“Hidungnya bernapas dengan terengah-engah dan bibirnya mencibir pipinya kemerahan dan alisnya naik, Dadanya membusung dan hatinya bersemangat
Dan tinjunya siap untuk sebuah pukulan yang merobohkan”

Get more….contact at THINK JOGJAKARTA


Penerbit tHinK JOGJA

MAKALAH MS DOS


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Seiring perkembangan teknologi, salah satunya kemajuan komputerisasi yang semakin diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. KareRata Kiri Kananna keinginan manusia yang ingin mendapat kemudahan dalam hal- hal tertentu maka perkembangan komputer semakin pesat.
Salah satu perkembangan komputer yang telah banyak digunakan yaitu aplikasi buatan. Aplikasi buatan adalah merupakan aplikasi yang dibuat khusus untuk keperluan tertentu. Contohnya, yaitu pada program komputer swalayan, program komputer bank, program komputer warnet, dan lain-lain.
Warnet (warung internet) yang saat ini banyak tersebar menggunakan aplikasi buatan pada program komputernya. Warnet Torche juga memakai aplikasi buatan, system operasi yang digunakan yaitu Linux. Program pengembangan Linux yang dipakai yaitu MySQL. MySQL adalah salah satu komponen yang sangat penting di dalam proses pembuatan web yang berbasis database.

1.2 Maksud Dan Tujuan
Maklah ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Aplikasi Komputer, tentang aplikasi buatan. Diharapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi pembaca umumnya. Manfaat yang dapat diperoleh yaitu memberikan wawasan dan informasi bagi pembaca.
Informasi yang diberikan mengenai Sistem Operasi Linux dan pengembangan dari Linux itu sendiri yaitu MySQL yang merupakan salah satu komponen yang berbasis database juga dipaparkan di dalam makalah ini.







BAB II
PENGENALAN LINUX DAN MySQL


Warnet Torche yang berlokasi di jalan Turangga, karena merupakan sebuah warung internet maka pada program komputernya memakai sistem operasi Linux. Pada Linux ini pun memakai program pengembangan yang disebut MySQL. Pada bab ini akan di paparkan mengenai pengenalan Linux dan dasar- dasar MySQL, serta mengenal Open Office.

2.1 Linux
Linux adalah sistem operasi gratis bertipe Unix yang awalnya dibuat oleh Linuz Torvalds dengan bantuan dari pengembang software se penjuru dunia. Linux adalah implementasi POSIX secara mandiri dan termasuk multitasking secara nyata, virtual memori, shared library, demand loading,dan penanganan memori yang baik, jaringan TCP/IP, dan penampilan lain yang konsisten dengan system Unix. Dibangun dengan lisensi GNU General Public License, sehingga kode sumber untuk Linux tersedia secara bebas untuk semua orang.

Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan agustus 1991. pada 5 Oktober 1991, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu 0.02. Versi ini hanya dapat menjalankan Bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler).

Saat ini, Linux telah berkembang demikian cepat sehingga dilengkapi banyak program, mulai dari Office Suite semacam StarOffice hingga server web (seperti Apache), email (Sendmail), database (PostgreSQL dan MySQL), dan lainnya sehingga jadi GNU/Linux.

Linux didistribusikan secara bebas bersama program GNU (Gnu is Not Unix) lainnya dengan model lisensi GPL (General Public License), GNU/Linux atau yang selanjutnya disebut Linux saja adalah UNIX Clone, sebuah system operasi komputer yang mirip seperti UNIX yang merupakan implementasi independen dari POSIX. Saat ini linux adalah software dan bahkan untuk pekerjaan sehari- hari. Linux sekarang merupakan alternative system operasi yang jauh lebih bagus.

2.2 DASAR-DASAR MySQL

Dalam bahasa SQL pada umumnya informasi tersimpan dalam tabel-tabel yang secara logik merupakan struktur dua dimensi terdiri dari baris (row atau record) dan
kolom(column atau field). Sedangkan dalam sebuah database dapat terdiri dari beberapa
table.
Beberapa tipe data dalam MySQL yang sering dipakai:

Tipe data
Keterangan
INT(M) [UNSIGNED]

Angka
-2147483648 s/d 2147483647
FLOAT(M,D
Angka pecahan
DATE

Tanggal
Format : YYYY-MM-DD
DATETIME

Tanggal dan Waktu
Format : YYYY-MM-DD HH:MM:SS
CHAR(M)

String dengan panjang tetap sesuai dengan yang
ditentukan. Panjangnya 1-255 karakter
VARCHAR(M)
String dengan panjang yang berubah-ubah sesuai dengan yang disimpan saat itu. Panjangnya 1 – 255 karakter
BLOB
Teks dengan panjang maksimum 65535 karakter
LONGBLOB
Teks dengan panjang maksimum 4294967295 karakter


2.3 Mengenall OpenOffffiice
OpenOffice.org (OOo) adalah adalah salah satu office suite (aplikasi untuk mendukung kegiatan perkantoran) Open Source semacam Microsoft Office.
• OpenOffice merupakan proyek open source dari Sun Microsystems yang telah merelease paket StarOffice yang cukup populer.
• Komponen OpenOffice meliputi aplikasi desktop penting word processing, spreadsheet, presentation, drawing, data charting, formula editing dan fasilitas file
conversion (termasuk untuk format Microsoft Office).
• Optimasi pada OpenOffice yang lebih powerfull dibandingkan dengan produk
microsoft
• Berikut perbandingan antara komponen Microsoft Office dengan OpenOffice:
OpenOffice
Microsoft Office
• OpenOffice Calc
Microsoftr Exel
• OpenOffice Draw
Microsoft Paint
• OpenOffice HTML Editor
Microsoft FrontPage
• OpenOffice Impress
Microsoft PowerPoint
• OpenOffice Math
-
• OpenOffice Writer
Microsoft Word


Kemampuan
OpenOffice memiliki kemampuan yang didalamnya termasuk word processor, spreadsheet, software presentasi, program untuk membuat gambar, web publishing dan sebagainya. Dengan kata lain anda dapat membuat surat, dokumen, membuat surat kabar, menganalisa data, menyiapkan slide presentasi dan membuat HTML dokumen. Aplikasi OpenOffice dapat saling bertukar file dengan file Microsoft Office, seperti .doc, .ppt, dan .xls.

Aplikasi OpenOffice
Aplikasi OpenOffice terdiri dari
Kategori
Nama Program
Microsoft Office
Word Processing
Ooo Writer
MS Word
Spreadsheets
Ooo Calc
MS Excel
Presentasi
Ooo Impress
MS Powerpoint
Database
Datasource
1 MS Access
Penulisan Rumus Matematik
Ooo Math
MS Equation Editor
Membuat gambar
Ooo Draw
MS Draw




Selain itu, OpenOffice memiliki aplikasi tambahan
• OpenOffice HTML (Web Publishing) dan
• OpenOffice Basic (Application Programming Interface)

Fungsi dan Interface
Interface pada OpenOffice mudah untuk dipelajari, mirip pada aplikasi Microsoft Office. Banyak
features standar tersedia dan dapat diakses dengan cara yang sama pada semua aplikasi OpenOffice.

Variasi pada Linux
Karena pada Linux terdapat berbagai Desktop Manager dan Window Manager, seperti GNOME, KDE, X11, XFCE, WindowMaker, BlackBox, IceWM dan sebagainya maka menu untuk menjalankan OpenOffice bervariasi.

Menjalankan OpenOffice
KDE
Untuk menjalankan OpenOffice pada lingkungan KDE:
1. Klik tombol K pada panel KDE, dan pilih OpenOffice.org.
2. Pilih aplikasi yang hendak anda jalankan, contoh OpenOffice.org Writer, OpenOffice.org Calc,
OpenOffice.org Impress dan sebagainya.

Menyimpan Hasil Pekerjaan
Menyimpan hasil pekerjaan secara periodik adalah KEHARUSAN! Setiap kali membuka aplikasi baru OpenOffice, dokumen kosong dengan nama “Untitle1” akan muncul. Jika disimpan tanpa nama, OpenOffice akan menyimpan hasil kerja menjadi “Untitle 1” untuk dokumen hasil pertama, “Untitle 2” untuk dokumen kedua dan seterusnya.
OpenOffice akan otomatis memberikan nama ekstensi untuk file-file hasil kerja anda.

Aplikasi
Ekstensi
Writer – dokumen teks
.sxw
Calc – Spreadsheet
.sxc
Impress – presentasi
.sxi
Draw – gambar
.sxd
HTML – web publishing
.html

Menu
OpenOffice memberikan menu yang sesuai dengan aktifitas yang anda lakukan. Masing-masing dokumen dibuka pada window sendiri. Window ini “Self Contained” yang berarti masing-masing berada pada aplikasi sendiri, masing-masing memiliki menu bar, toolbar, status bar. Pada saat anda berada pada dokumen gambar, window akan memiliki menu dan toolbar yang diperlukan untuk menggambar.
Di bawah ini penjelasan singkat dari masing-masing menu
File
File berisi perintah yang relevan untuk bekerja dengan dokumen seperti membuat, membuka, mencetak. Untuk menutup dokumen yang aktif, klik Close. Untuk mengakhiri OpenOffice, klik Exit.

Edit
Edit, berisi daftar perintah untuk membatalkan atau mengulang perintah, menyalin dan meletakkan menggunakan clipboard, mengakses Navigator untuk membantu pada dokumen yang besar.
View
View berisi perintah untuk mengendalikan tampilan layar.
Insert
Insert berisi perintah untuk menyisipkan elemen baru pada dokumen. Ini termasuk sections, footnotes, karakter khusus, gambar, obyek dari aplikasi lain dan sebagainya.
Format
Format berisi perintah untuk memformat per karakter, paragraf, atau halaman. Ketika anda memilih obyek seperti tabel atau gambar, perintah format yang berbeda akan muncul. Sebagai contoh, jika anda memilih obyek gambar maka hanya akan muncul perintah yang berkaitan dengan gambar. Akses ke Style Catalog juga dilakukan melalui menu ini.
Tools
Tools berisi perintah SpellChecker dan Thesaurus demikian pula akses ke fasiliatas AutoCorrect, mendefinisikan halaman dan penomoran chapter. Anda juga punya kesempatan untuk melakukan kastemisasi terhadap toolbar, menu, shortcut dan konfigurasi aplikasi secara umum.
Window
Pada menu Window anda dapat membuka window baru atau melihat daftar window yang sedang aktif.
Help
Menu Help memulai layanan untuk fasilitas help pada OpenOffice. Pada menu ini pula anda dapat mematikan/menyalakan Help Agent, Tips, Extended Tips.

Menggunakan OpenOffice Help
OpenOffice Help menawarkan interface yang mudah digunakan dan informasi yang menyeluruh mengenai software. Sistem help menyediakan pandangan umum, gambaran lengkap fungsi, kemampuan, fungsi, instruksi umum, dan shortcut yang tersdia pada masing-masing aplikasi.

Toolbar dan Icon
Masing-masing aplikasi OpenOffice berisi toolbar berikut:
Title bar
Title bar berisi informasi nama dokumen dan aplikasi
Function bar
Function bar adalah toolbar yang berada pada bagian atas aplikasi OpenOffice, berisi icon untuk fungsi yang berguna pada aplikasi OpenOffice manapun
Main Toolbar
Gunakan icon pada Main toolbar untuk menyisipkan berbagai elemen obyek ke dalam dokumen dan secara cepat digunakan untuk akses berbagai fungsi yang sering dipergunakan.



















SISTEM OPERASI KOMPUTER

P E N D A H U L U A N

2. Sistem Operasi Komputer
Pengertian Sistem Operasi
Seperangkat program yang memantau dan mengatur pemakaian sumber daya komputer (processor, main memory, file, I/O device, dll).
Menjembatani / penghubung antara user (program user) dengan perangkat keras komputer.
Fungsi Sistem Operasi
Sebagai Extended Machine (Virtual Machine)
Menyembunyikan kompleksitas pemrograman hardware dari programmer atau user.
Menyajikan fasilitas yang lebih mudah dan sederhana untuk menggunakan hardware.
Sebagai Resource Manager
Mengatur dan mengefisienkan penggunaan sumber daya komputer (computer resources)
Tugas utamanya : memantau penggunaan semua resources; menerapkan aturan (policy); mengalokasikan resources yang diminta; mengambil kembali (dealokasi) resource
Konsep Sistem Operasi
Proses
Proses adalah program yang sedang di-eksekusi.
Proses terdiri dari : Executable program; Data dan stack; Program counter; dll
Pada sistem timesharing secara periodik sistem operasi menggilir eksekusi proses-proses yang ada, biasanya berdasarkan porsi waktu CPU.
Ketika suatu proses dihentikan untuk sementara, maka proses tersebut harus dimulai kembali pada state yang sama dengan state ketika ia dihentikan.
Semua informasi yang berkaitan dengan proses tersebut harus disimpan. Umumnya informasi tersebut disimpan pada tabel proses (array atau linked list), satu tabel untuk setiap proses.
Suatu proses terdiri dari : address space (core image) dan atribut / informasi pada tabel proses
System call utama dalam pengaturan proses adalah yang berkaitan dengan pembuatan dan pemberhentian suatu proses.
Contoh :
Command interpreter atau shell akan membaca command yang diketikkan user pada terminal, dan membuat proses yang menjalankan command tersebut.
Bila telah selesai, maka proses akan menjalankan system call untuk menghentikan dirinya.
Suatu proses dapat men-create proses lainnya yang disebut sebagai child process.
Sistem operasi dapat berkomunikasi dengan suatu proses dengan menggunakan signal.
Signal juga dapat digunakan untuk komunikasi antar proses.
Pada sistem multiprogramming, setiap proses memiliki user identification (uid) yang berasal dari uid pemilik proses.
Files
Terdiri dari : Pathname; Working directory; rwx (read, write, execute) bits protection code; File descriptor / handle; Special file (block & character); Standard input; Standard output; Standard error; Pipe


System Calls
Suatu set ‘extended instructions’ yang merupakan interface antara program-program dengan sistem operasi.
System calls meng-create, men-delete dan menggunakan objek-objek yang diatur oleh system operasi, antara lain : proses-proses dan file-file.
Library procedure meletakkan parameter-parameter system call pada tempat tertentu dan memberikan instruksi trap untuk memulai sistem operasi
Trap instruction : ketika diterima oleh sistem operasi, sistem memeriksa apakah parameter tersebut valid atau tidak
Return form trap : sistem operasi mengembalikan kontrol ke library procedure
Contoh mekanisme system calls:
Pada program C, system call untuk READ
count = read (file, buffer, nbytes)
Shell
Shell merupakan Unix command interpreter yang walaupun bukan merupakan bagian dari sistem operasi, menggunakan banyak feature sistem operasi
Prompt : standar input, menandakan bahwa shell siap menerima command
Contoh :
date
date > file
sort <> file2
cat file1 file2 file3 | sort > /dev/lp
Background job : proses yang berjalan sementara user tetap bisa terus bekerja
Struktur Sistem Operasi
Sistem Monolitik
Konsep : “Sistem operasi sebagai kumpulan prosedur dimana prosedur dapat saling dipanggil oleh prosedur lain di sistem bila diperlukan”.
Kernel berisi semua layanan yang disediakan sistem operasi untuk pemakai.
Contoh : Sistem Operasi Unix menggunakan konsep kernel loadable modules, yaitu :
Bagian-bagian kernel terpenting berada dimemori utama secara tetap.
Bagian-bagian esensi lain berupa modul yang dapat ditambahkan ke kernel saat diperlukan dan dicabut begitu tidak digunakan lagi diwaktu jalan (run-time).
The ‘big mess’
Tidak berstruktur
Kernel call / supervisor call
User mode
Kernel mode / supervisor mode

User Program
Runs in
User Mode



Operating System
runs in
Kernel Mode

Sistem Berlapis (Layered System)
Konsep : “Sistem operasi dibentuk secara hirarki berdasarkan lapisan-lapisan, dimana lapisan-lapisan memberi layanan lapisan lebih atas”.
Contoh :
Sistem Operasi THE (Technique Hogesschool Endiche), Djikstra, 1968.
Sistem Operasi MULTICS (menggunakan concentric rings).
Tabel 1. Lapisan-lapisan pada Sistem Operasi THE
Layer
Function
5
The Operator
4
User Programs
3
I/O Management
2
Operator-Process Communication
1
Memory & Drum Management
0
Processor Allocation & Multiprogramming

Sistem dengan Mesin Maya (Virtual Machines)
Konsep : “Awalnya struktur ini membuat seolah-olah user mempunyai seluruh komputer dengan simulasi atas pemroses yang digunakan. Sistem operasi melakukan simulasi mesin nyata. Mesin hasil simulasi digunakan user, mesin maya merupakan tiruan 100% atas mesin nyata. Semua user diberi ilusi mempunyai satu mesin yang sama-sama canggih”.
Contoh :
Sistem operasi MS-Windows NT dapat menjalankan aplikasi MS-Dos, OS/2 mode teks, dan Win 16.
Pengembang Linux membuat DOSEMU agar aplikasi MS-Dos dapat dijalankan di Linux, WINE agar aplikasi MS-Windows dapat dijalankan di Linux, iBCS agar aplikasi SCO-Unix dapat dijalankan di Linux.
CP/CMS
VM/370
Virtual Machine Monitor
CMS (Conversational Monitor System)

Virtual 370s







System Call




I/O Intruction
CMS
CMS
CMS
Trap
Trap
VM 370


370 Bare Hardware


Sistem dengan Client-Server
Konsep : “Server adalah proses yang menyediakan layanan, dan Client adalah proses yang memerlukan / meminta layanan. Proses client yang memerlukan layanan mengirim pesan ke server dan menanti pesan jawaban. Proses server setelah melakukan tugas yang diminta, mengirim hasil dalam bentuk pesan jawaban ke proses client. Server hanya menanggapi permintaan client dan tidak memulai percakapan dengan client”.

Client
Client
Process
Term.

File
Mem
User
Process
Process
Server
Server
…
Server
Server
Mode







Kernel







Mode


Kernel





Client obtains service
by sending messages
to server processes

Model Client Server pada distributed system

Client

Client

Client

Client
Kernel

Kernel

Kernel

Kernel



Message from client to server NETWORK

Gambar 7. Model Client Server pada Distributed System

Sistem berorientasi objek
Konsep : “Layanan diimplementasikan sebagai objek”.
Model ini terstruktur dan memisahkan antara layanan yang disediakan dan implementasinya.
Contoh :
Sistem operasi X-kernel
Sistem operasi MS-Windows NT telah mengadopsi beberapa teknologi berorientasi objek, tapi belum secara keseluruhan.
Layanan Sistem Operasi Komputer
Layanan Otomatis : Alokasi sumberdaya; Catatan pemakaian; Proteksi; Penanganan kekeliruan; Pindah baris; Gulung jendela pada monitor
Layanan permintaan pemakaian : Loading; Mengolah/run; Menyimpan/save; Menghapus/delete
Jenis Sistem Operasi
Aspek kegiatan
Pemakai tunggal (single user)
Pemakai jamak (multiuser)
Berdasarkan jenis-jenisnya
Linux
MS-Dos
MS Windows-NT
MS Windows
Dll

3. Sejarah Perkembangan Sistem Operasi
Generasi Sistem Operasi
Generasi ke-1 (1945-1955) : Vacuum Tubes dan Plugboards
Analytical Engine (Charles Babbage)
Calculating Engine menggunakan vacuum tubes (Howard Aitken, John von Neumann, J.P Eckert, Konrad Zuse)
Beluam ada bahasa pemrograman
Belum ada sistem operasi
Operasi menggunakan plugboard
Pengenalan punched card
Generasi Ke-2 (1955-1965) : Transistors dan Batch System
Pengenalan transistor untuk komputer
Pemisahan fungsi personil :
Designer
Operator
Programmer
Maintenance personel
Pengenalan job (program atau seperangkat program)
Penggunaan bahasa FORTRAN, Assembeler
Penerapan Batch System
Pengoperasian Off-Line
Penggunaan mesin-mesin besar untuk kalkulasi sains dan engineering
Typical operating system : FMS (Fortran Monitor System) dan IBSYS (sistem operasi untuk IBM 7094)
Generasi Ke-3 (1965-1980) : IC dan Multiprogramming
IBM mengenalkan IBM 360 dengan sistem operasi OS/360
Menggunakan Integrated Circuit (IC)
Dapat menangani komputasi sains dan komersial
Mengadopsi konsep ‘one family’
Sistem operasi berukuran besar dan kompleks
Mengenalkan multiprogramming (menerapkan partisi memori dengan job-job yang berbeda pada setiap partisi)

Partisi Memori
Job 3
Job 2
Job 1
Sistem operasi
Mengenalkan SPOOLING (Simultaneous Peripheral Operation On Line)
Mengenalkan Time Sharing (berbagi waktu)
Sistem time sharing pertama, CTSS, dikembangkan di MIT
Usaha pengembangan ‘computer utility’ mesin yang dapat menunjang ratusan time sharing user
Pengembangan komputer MINI (DEC-PDP-1 s/d PDP-11)
Ken Thompson mengembangkan versi satu pemakai (single user) dari MULTICS (MULTIplex and Computing Services)
UNIX (Uniplexed Information and Computing Services)
Generasi Ke-4 (1980-1990) : LSI, VLSI, dan Personal Computer (PC)
Pengembangan LSI dan VLSI melahirkan PC dan Workstation
Perangkat lunaknya ‘user friendly’
Dua sistem operasi yang dominan :
MS-DOS (pada IBM-PC dengan CPU Intel 8088, 80286, 80386, 80486)
UNIX (pada Non-Intel computer dan workstation)
RISC Chips
Network Operating System
Distributed Operating System
Generasi Ke-5 (1990-sekarang) : VLSI, ULSI an teknologi Nano Second, Internet, Multimedia
Pengembangan VLSI an ULSI melahirkan PC yang berbasis Pentium untuk server maupun workstation
Pengembangan sistem operasi windows
Pengembangan internet dan multimedia
Pengembangan aplikasi yang berbasis Web atau WWW
dll.
































CONTOH KASUS :
Linux
MS Dos
Sistem operasi MS Dos berisi :
Ibmbio.com, yaitu disk dan character I/O System
IO.sys, yaitu disk dan file manager
MSDOS.sys, yaitu command processor, shellprimitif
Sistem operasi kompatibel dengan CP/M, dengan peningkatan alokasi disk, lebih cepat dan mendukung shell script primitif disebut batch files.
MS Windows
Microsoft Windows 95 merupakan sistem operasi Windows yang terintegrasi dan lengkap mulai dengan fungsi-fungsi dasar yang sekarang ada pada MS Windows, Windows dan Windows for Workgroup.
Agar PC lebih mudah dipakai, diberikan shell baru. Plug and Play (PnP) yang terintegrasi kedalam sistem operasi, termasuk wizard untuk memandu para pemakai melalui sistem operasi dan memberikan interface pemakai yang konsisten untuk seluruh komponen sistem operasi dan spasi nama. Kecepatan dan daya tambahan dari sistem operasi 32-bit modern dengan preemptive multitasking, thread dan plaltform untuk generasi baru aplikasi 32-bit.
Windows 95 adalah sistem operasi lengkap yang tidak dibatasi oleh MS Dos dan punya semua manfaat dari sistem operasi grafis yang lengkap yang ada pada dirinya. Dalam hal konektivitas baik dalam LAN, WAN maupun nobile dial-up dibuat konektivitas ke sumber daya yang bersifat remote semudah hubungan ke sumber daya lokal. Dan dimasukkan akses ke informasi elektronik untuk surat elektronik dan layanan on-line. Dan juga Windows 95 dibuat kompatibel dengan software dan hardware yang dimiliki pemakai pada saat ini.
Walaupun Microsoft mengeluarkan sistem operasi baru dengan format grafis dan ber-arsitektur 32 bit, bukan berarti sistem operasi ini mutlak dipakai. Ini hanya sebagai sistem operasi alternatif yang sudah ada, seperti UNIX, IBM OS2/Warp, Oracle, IBM AS/400, dan lain-lain.

PERTANYAAN :
1.Sebutkan dua fungsi utama sistem operasi ?
2.Apa yang dimaksud dengan multiprogramming ? Berikan dua alasan diadakannya multiprogramming !
3.Apa yang dimaksud dengan spooling ? Apakah anda menganggap personal komputer harus memiliki spooling sebagai standar dasar di masa yang akan datang?
4.Pada awal perkembangan komputer, setiap byte data yang dibaca atau yang ditulis ditangani oleh CPU (tidak ada DMA-Direct Memory Access). Apa implikasinya struktur seperti ini terhadap konsep multiprogramming.
5.Mengapa timesharing tidak tersebar luas pada generasi ke-2 komputer ?
6.Instruksi-instruksi manakah yang diperbolehkan dalam Mode Kernel :
a.Disable all interupts.
b.Read the time-of-day clock.
c.Set the time-of-day clock.
d.Change the memory map.
7.Sebutkan beberapa perbedaan sistem operasi pada personal komputer dengan sistem operasi pada mainframe!
8.Bagaimana secara umum sistem operasi memberitahukan kepada direktori kerja apakah path name untuk sebuah file adalah absolute atau relative?
9.Mengapa shell bukan bagian dari sistem operasi ?
10.Berikan sebuah contoh bagaimana mekanisme dan kebijaksanaan bisa terpisah dengan baik dari pejadwalan. Buat sebuah mekanisme yang bisa mengijinkan sebuah parent process untuk mengontrol kebijaksanaan penjadwalan children.
11.Model Client-Server tekenal didalam distributed systems. Dapatkah juga digunakan dalam sistem komputer tunggal ?
12.Mengapa proses tabel membutuhkan sistem timesharing? Apakah hal ini juga dibutuhkan dalam system personal computer yang pada suatu saat hanya terdapat satu proses yang sedang bekerja dan mengambil alih mesin sampai proses tersebut selesai ?
13.Apa perbedaan mendasar diantara blok special file dan character special file.

istilah

I.FILE

Pengertian File

File adalah sekumpulan data/informasi yang saling berhubungan sesuai dengan tujuan pembuatnya.
Data pada file bisa berupa numerik, alpha numerik binary atau text. Setiap File memiliki nama dan pengacuan terhadap suatu file menggunakan nama file tersebut. Pada Linux penamaan File bersifat case sensitif yaitu membedakan antara lower case dan upper case letters sehingga file-file Tugas, tugas, TUGAS, TUGas merupakan file-file yang berbeda. Sebagai perbandingan, pada MS-DOS, file-file tadi dianggap sama.
Pemberian nama dan extention pada Linux tidak dibatasi jumlah karakternya dan suatu file dapat memiliki lebih dari satu extention. Contohnya: prog.c.z yairu prog.c yang sudah dikompres. Selain nama, file memiliki atribut seperti tipe, size, time, date, dan user identification, protection dll. Tipe dari file dikenal dari extentionnya. Dengan tipe inilah OS dapat merespon file secara tepat.
File biasanya disimpan dalam media disk (floppy disk, harddisk, atau CD).
Operasi-operasi file yang biasa dilakukan antara lain: OPEN, CLOSE, CREATE, DELETE, COPY, RENAME, READ, WRITE, UPDATE, INSERT, APPEND.

Pathname

Setiap file memiliki pathname ada 2 macam pathname yaitu:
Pathname absolut suatu file didapat dari menelusuri path dari root directory, melewati semua direktori sampai ke file yang diinginkan. Pathname absolute diawali dengan /.
Pathname relatif menelusuri path dari direktori yang sedang digunakan(direktori kerja). Suatu pathname yang tidak diawali / adalah suatu pathname relatif. Seperti pathname absolute, pathname ini mendeskripsikan path melalui direktori yang dilewati.

Pembagian File

Pada umunya, ada dua macam file yang berada pada struktur file, yaitu file direktori dan file biasa. File biasa menyimpan data, sedang file direktori meyimpan nama file yang terdapat pada direktori tersebut.
Sebagian besar file, hanya merupakan file biasa yang disebut file regular yang berisi data biasa sebagai contoh file text, file executable, atau program, input atau output dari program dan lainnya. Selain file biasa ada file-file khusus seperti berikut :
Directories: file yang berisi daftar dari file lain.
Special files: mekanisme yang digunakan untuk input dan output. Sebagian besar terdapat pada direktori /dev.
Links: Sistem untuk membuat file atau direktori dapat terlihat di banayk bagian dari pohon file sistem.
(Domain) sockets: Jenis file khusus, mirip dengan soket TCP/IP, yang menyediakan jaringan antar proses yang terproteksi oleh file system's access control.
Named pipes: berfungsi kurang lebih seperti soket dan membentuk jalur untuk proses komunikasi.

Tabel Subdirektori dari Direktori Root
Direktori
Isi
/bin
Program-program umum, dipakai oleh system, administrator dan user
/boot
File startup dan kernel, vmlinuz. Pada distribusi sekarang ini termasuk grub data. Grub adalah GRand Unified Boot loader dan dapat menggantikan banyak boot-loaders yang berbeda yang kita ketahui sekaranag ini.
/dev
Berisi referensi kepada semua komponen hardware CPU, yang direpresentasikan dengan property khusus.
/etc
File konfigurasi sistem paling penting terdapat pada /etc, direktori ini meyimpan data yang mirip dengan Control Panel pada Windows.
/home
Direktori home untuk semua user umum.
/initrd
(pada beberapa distribusi) Berisi informasi untuk booting. Tidak boleh dihapus!
/lib
File library, termasuk file – file untuk semua jenis program yang dibutuhkan oleh sistem dan user.
/lost+found
Setiap partisi memiliki sebuah lost+found pada setiap direktori diatasnya. File – file yang tersimpan sebelum terjadi crash tersimpan disini.
/misc
Untuk pengunaan serba guna.
/mnt
Titik penyambungan standar untuk file sistem eksternal, seperti CD-ROM, kamera digital, floppy, USB
/net
Titik penyambungan standar untuk file sistem remote
/opt
Pada umumnya berisi software ekstra dan pihak ketiga (tambahan)
/proc
Sebuah virtual file system yang mengandung informasi mengenai system resource. Informasi lebih lanjut mengenai pengertian dari file pada proc diketahui dengan memasukkan perintah man proc pada terminal. File proc.txt membicarakan detil dari virtual file system.
/root
Direktori home dari user administrator. Perlu dibedakan antara /,direktori root dan /root, direktori home dari user root
/sbin
Program-program yang dipakai oleh sistem dan administrator
/tmp
Memori sementara yang dipakai oleh sistem.
/usr
Program-program, libraries, dokumentasi dll. Untuk semua program yang terkait dengan user.
/var
Media penyimpanan untuk semua file variabel dan file sementara yang dibuat oleh user seperti file log, antrian mail, print spooler area, memori untuk penyimpanan sementara dari file yang sudah di download dari internet atau untuk menyimpan image dari CD sebelum dibakar.

Operasi pada File dan Direktori

File
cat Menampilkan isi file.
cp Menyalin satu atau beberapa file.
find Mencari file tertentu pada suatu direktori.
ls Menampilkan informasi dari file.
more Menampilkan isi suatu file teks per layar.
mv Memindahkan file ke direktori lain atau mengubah nama file.
pg Menampilkan isi suatu file teks per layar.
rm Menghapus file.
Direktori
cd Mengaktifkan suatu direktori sebagai direktori kerja.
copy Menyalin seluruh struktur direktori (termasuk file dan subdirektori).
mkdir Membuat direktori baru.
pwd Menampilkan nama direktori kerja.
rmdir Menghapus direktori.
mv Mengubah nama direktori.


Struktur File

Adapun struktur dari file dapat dilihat seperti berikut ini:

struct file {
struct list_head f_list;
struct dentry *f_dentry;
struct file_operations *f_op;
atomic_t f_count;
unsigned int f_flags;
mode_t f_mode;
loff_t f_pos;
unsigned long f_reada,f_ramax,f_raend,f_ralen,f_rawin;
struct fown_struct f_owner;
unsigned int f_uid,f_gid;
int f_error;
unsigned long f_version;
/* needed for tty driver and maybe others */
void *private_data;
};

Penjelasan dari struktur file diatas:
f_list : menyambungkan semua file ke dalam beberapa list
f_dentry : pointer yang menunjuk pada objek dentry yang berkaitan
f_op : pointer yang menunjuk pada tabel operasi tabel
f_mode : mode proses akses
f_pos : current file offset (pointer file)
f_count : counter penggunaan obyek file
f_flags : flag yang dibuat saat file dibuka
f_reada : flag yang digunakan untuk read head
f_ramax : jumlah maksimum page yang akan di-read ahead
f_raend : pointer file setelah read ahead terakhir
f_ralen : jumlah byte yang di-read ahead
f_rawin : jumlah page yang di-read ahead
f_owner : data untuk I/O asynchronous melalui signal
f_uid : ID user pemilik file
f_gid : ID grup user pemilik file
f_error : kode kesalahan untuk operasi write network


II.FILE SISTEM

Gambaran Umum File Sistem

Selain format fisik, hard diskjuga menyimpan struktur datanya dalam suatu format lojik. Format yang dipakai ini diberi nama File Sistem. Jadi, File Sistem adalah suatu struktur yang digunakan sistem operasi untuk menyimpan dan membaca data dari hard disk.
Adapun contoh-contoh format file system sebagai berikut : FAT (File Allocation Table), FAT32 (File Allocation Table 32), NTFS (New Technology File System) (Ketiga varian ini umum digunakan untuk platform Windows), Ext, Ext2, Ext3 (Ketiga varian ini umum digunakan untuk platform Linux), OS/2, HPFS, Reiser dll.

Pembagian File Sistem Secara Ortogonal

Shareable dan Unshareable
1.Shareable
Isinya dapat di-share (digunakan bersama) dengan sistem lain, gunanya untuk
menghemat tempat.
2.Unshareable
Isinya tidak dapat di-share(digunakan bersama) dengan sistem lain, biasanya untuk
alasan keamanan.

Variabel dan Static
1.Variabel
Isinya sering berubah-ubah.
2.Static
Sekali dibuat, kecil kemungkinan isinya akan berubah. Bisa berubah jika ada
campur tangan sistem admin.


Langkah-langkah Optimasi File Sistem

Kurangi jumlah I/O yang mengakses storage device sebanyak mungkin
Kelompokkan I/O menjadi kelompok yang besar
Optimasi pola pencarian blok untuk mengurangi seek time
Gunakan cache semaksimal mungkin untuk mengurangi beban I/O device

Virtual File System pada Linux

Kernel Linux telah mengembangkan VFS (Virtual File System) yang dapat mengenali data yang menggunakan File Sistem lain. File Sistem yang dikenali oleh Virtual File System Linux terbagi menjadi 3jenis, yaitu:
1.Disk Based filesystem
Tipe file sistem ini memanage space memori yang bisa digunakan pada partisi disk local. Tipe file sistem ini yang lumrah adalah Ext2. Tipe lain yang dikenal dengan baik oleh
VFS adalah :
1.File system bagi varian Unix seperti system V dan BSD.
2.Microsoft filesystem seperti MS-DOS, VFAT (Windows 98) dan NTFS (Windows NT).
3.File system ISO96660 CD-ROM.
4.File system lain seperti HPFS (IBM’s, OS/2), HFS (Apple Machintosh), FFS (Amiga’s Fast Filesystem) dan ADFS (Acorn’s machines).
2.Network Filesystem
Tipe sistem file ini memungkinkan akses yang mudah ke suatu file yang terdapat pada
jaringan komputer lain. Beberapa filesystem jenis ini yang dikenal dengan baik oleh VFS adalah : NFS, Coda, AFS (Andrews Filesystem), SMB (Microsoft’s Windows dan IBM’s OS/2 LAN Manager) dan NCP (Novell’s NetWare Core Protocol).
3.Special Filesystem
Tipe ini tidak mengijinkan mengatur space disk. Pada direktori /proc menyediakan interface yang mengijinkan user untuk mengakses struktur data kernel. Direktori /dev/pts digunakan sebagai pendukung terminal semu. Seperti yang digambarkan pada standar Open Group’s Unix98.

Mounting dan Unmounting

Agar suatu file system dapat dikenali oleh Virtual File System Linux, perlu dilakukan suatu proses yang disebut mounting.
Proses mounting sebenarnya adalah merepresentasikan file yang terdapat pada device eksternal (misal: disket) yang menggunakan file sistem lain menjadi inode sementara agar dapat dibaca seperti layaknya file lainnya oleh Virtual File System Linux.
Jika kita melakukan perubahan pada file (menambah, mengurangi, mengganti), hal tersebut tidak dilakukan langsung pada device tapi disimpan dalam media sementara. Untuk meyimpan perubahan, harus dilakukan proses unmounting, yaitu menghapus inode sementara yang dipakai sebelumnya dan menyimpan perubahan (jika ada) yang telah dilakukan pada device. Karena itu proses unmounting sangat perlu dilakukan.


III.LINUX EXTENDED FILE SYSTEM

Sejarah perkembangan Extended File System

Versi mLinux yang pertama berbasis pada file sistem Minix. Setelah Linux semakin berkembang, Extended File System (Ext FS) diperkenalkan. Ada beberapa perubahan signifikan tetapi kinerjanya masih kurang memuaskan. Pada tahun 1994 Second Extended Filesystem (Ext2) diperkenalkan. Di samping adanya beberapa fitur baru, Ext2 sangat efisien, handal dan fleksibel sehingga menjadi file sistem Linux yang paling banyak digunakan.

Linux Second Extended File System (Ext2FS)

Untuk sebagian besar user dan system administration tasks yang umum, file dan direktori mudah untuk diterima seperti struktur pohon. Komputer bagaimanapun tidak bisa melihat hal tersebut seperti struktur pohon.
Setiap partisi memiliki sistem file sendiri. Dengan membayangkan sistem file bersamaan, kita dapat membentuk sebuah ide mengenai struktur pohon dari seluruh sistem, tapi tidak sesederhana itu. Dalam sebuah sistem file, file direpresentasikan dengan inode, sejenis nomor seri unik yang berisi informasi tentang data sebenarnya yang membentuk sebuah file: milik siapa file tersebut, dan dimana file tersebut terletak pada harddisk.
Setiap partisi memiliki himpunan inode tersendiri, pada sistem yang memiliki banyak partisi, bisa terdapat beberapa file dengan nomor inode yang sama.
Setiap inode menggambarkan struktur data pada harddisk, menyimpan properti dari file, termasuk lokasi fisik dari data file. Ketika harddisk disiapkan untuk menerima peyimpanan data, biasanya selama proses instalasi sistem awal atau ketika menambahkan disket tambahan ke dalam sistem yangada, sejumlah inode per partisi yang pasti diciptakan. Jumlah ini akan menjadi jumlah maksimum file, dari berbagai tipe (termasuk direktori, file khusus, link, dll.) yang dapat muncul pada saat yang sama pada sebuah partisi. Pada umumnya terdapat 1 inode setiap 2 sampai 8 KB.
Mekanisme Second Extended File System (Ext2FS)

Ext2fs menggunakan mekanisme yang mirip dengan BSD Fast File System (ffs) dalam mengalokasikan blok-blok data dari file, yang membedakan adalah :
Pada ffs, file dialokasikan ke disk dalam blok sebesar 8KB, dan blok-blok itu dibagi menjadi fragmen-fragmen 1KB untuk menyimpan file-file berukuran kecil atau blok-blok yang terisi secara parsial di bagian akhir file.
Ext2fs tidak menggunakan fragmen, pengalokasian dalam unit-unit yang lebih kecil. Ukuran blok secara default pada ext2fs adalah 1KB, meskipun mendukung juga pengalokasian 2KB dan 4KB.
Alokasi pada Ext2fs didesain untuk menempatkan blok-blok lojik dari file ke dalam blok-blok fisik pada disk, dengan demikian I/O request untuk beberapa blok-blok disk secagai operasi tunggal.

Kehandalan Second Extended File System Ext2FS

Administrator sistem dapat memilih ukuran blok yang optimal (dari 1024 sampai 4096 bytes), tergantung dari panjang file rata-rata, saat membuat file sistem.
Administrator dapat memilih banyak inode dalam setiap partisi saat membuat file sistem.
Strategi update yang aman dapat meminimalisasi dari system crash.
Mendukung pengecekan kekonsistensian otomatis saat booting.
Mendukung file immutable (file yang tidak dapat dimodifikasi)dan append-only (file yang isinya hanya dapat ditambahkan pada akhir file tersebut).


Informasi yang Disimpan pada Inode
Device tempat inode berada
Mode file
Locking information
Pemilik dan grup pemilik dari file tersebut.
Jenis file (regular, direktori, dll.)
Hak akses atas file.
Waktu pembuatan, pembacaan, dan perubahan terakhir.
Waktu perubahan informasi pada inode.
Jumlah link yang menunjuk ke file ini.
Ukuran file.
Alamat yang menunjukan lokasi sebenarnya dari data file.
Satu – satunya informasi yang tidak tersimpan pada inode adalah nama file dan direktori. Informasi ini tersimpan pada file direktori khusus. Dengan membandingkan nama file dan nomor inode, sistem dapat membangun struktur pohon yang dapat dimengerti user. User dapat melihat nomor inode dengan menggunakan opsi –i pada perintah ls. Masing-masing inode memiliki ruang memori yang terpisah pada disk.

Pembagian Blok


Layout dari partisi dan group block Ext2FS

Keterangan:
Setiap partisi terbagi menjadi:
Boot block, yang merupakan blok pertama, dipakai untuk booting, sehingga tidak diurusi oleh Ext2FS.
Block group sebanyak n buah. Setiap block group berukuran sama dan terdiri dari:
Super Block, disimpan dalam struktur ext2_super_block
Group Descriptor, disimpan dalam bentuk xt2_group_desc
Data Block Bitmap
Inode Bitmap
Inode Table, terdiri dari kumpulan block yang berurutan, dan masing-masing blok mengandung sejumlah inode yang terlah terdefinisi sebelumnya. Semua inode memiliki ukuran sama.
Data Blocks, menyimpan data sebenarnya dari file.

Struktur inode dalam Linux diimplementasikan sebagai berikut :
struct inode {
struct list_head i_hash;
struct list_head i_list;
struct list_head i_dentry;
unsigned long i_ino;
unsigned int i_count;
kdev_t i_dev;
umode_t i_mode;
nlink_t i_nlink;
uid_t i_uid;
gid_t i_gid;
kdev_t i_rdev;
off_t i_size;
time_t i_atime;
time_t i_mtime;
time_t i_ctime;
unsigned long i_blksize;
unsigned long i_blocks;
unsigned long i_version;
unsigned long i_nrpages;
struct semaphore i_sem;
struct inode_operations *i_op;
struct super_block *i-sb;
wait_queue_head_t i_wait;
struct file_lock *i_flock;
struct vm_area_struct *i_mmap;
struct page *i_pages;
spinlock_t i_shaerd_lock;
struct dquot *i_dquot(MAXQUOTAS);
struct pipe_inode_info *i_pipe;
unsigned long i_state;
unsigned long i_flags;
unsigned char i_sock;
atomic_t i_writecount;
unsigned int i_attr_flags;
_u32 i_generation;
union {
...
struct extfs_inode_info ext2_i;
...
struct socket socket_i;
void *generic)ip;
}u;
};

Linux Third Extended File System (Ext3FS)

Ext3FS merupakan pengembangan dari Ext2FS. Ext3FS memiliki beberapa kelebihan antara lain:
Optimasi waktu pengecekan jika terjadi kegagalan sumber daya, kerusakan sisem atau unclean shutdown.
Setelah mengalami kegagalan sumber daya, unclean shutdown, atau kerusakan sistem, Ext2FS harus melalui proses pengecekan. Proses inidapat membuang waktu sehingga proses booting menjadi sangat lama, khususnya untuk disk besar yang mengandung banyak sekali data. Dalam proses ini, semua data tidak dapat diakses. Jurnal yang disediakan oleh EXT3 menyebabkan tidak perlu lagi dilakukan pengecekan data setelah kegagalan sistem. EXT3 hanya dicek bila ada kerusakan hardware seperti kerusakan hard disk, tetapi kejadian ini sangat jarang. Waktu yang diperlukan EXT3 file sistem setelah terjadi unclean shutdown tidak tergantung dari ukuran file sistem atau banyaknya file, tetapi tergantung dari besarnya jurnal yang digunakan untuk menjaga konsistensi. Besar jurnal default memerlukan waktu kira-kira sedetik untuk pulih, tergantung kecepatan hardware.
Integritas data dan kecepatan akses yang fleksibel.
Ext3FS menjamin adanya integritas data setelah terjadi kerusakan atau unclean shutdown. Ext3FS memungkinkan kita memilih jenis dan tipe proteksi dari data.
Mudah melakukan migrasi dari Ex2FS.
Kita dapat berpindah dari EXT2 ke sistem EXT3 tanpa melakukan format ulang.
Cepat
Daripada menulis data lebih dari sekali, EXT3 mempunyai throughput yang lebih besar daripada EXT2 karena EXT3 memaksimalkan pergerakan head hard disk. Kita bisa memilih tiga jurnal mode untuk memaksimalkan kecepatan, tetapi integritas data tidak terjamin.